Sabtu, 01 Juni 2013

Tugas Besar SIM (Sistem Informasi Manajemen)

AKHIRNYA , Semester ini akan berlalu. semoga menjadi semester terakhir saya ya.
Semester akhir ini saya akhiri dengan Tugas Besar mata kuliah Sistem Informasi Manajemen (SIM)
dimana saya dan teman-teman kelompok membuat Yayasan Amal yang bernama Saatnya Zakat.
Selain kami belajar bagaimana memahami akan manajemen yang terintegrasi dengan sistem, Dosen SIM kami membuat suatu tugas yang tidak hanya bermanfaat bagi kami tetapi juga diharapkan dapat bermanfaat bagi orang - orang lain yang tidak memiliki rasa syukur yang sama dengan kita. Yayasan ini menggunakan Facebook sebagai media interface nya dan menggunakan Google Drive sebagai media penyimpanannya, dan sekarang teman-teman silahkan klik saja alamat website dibawah dan dapat melihat TUGAS BESAR saya...
dan juga silakan cek grup Facebook Yayasan Amal Saatnya Zakat 
untuk grup Facebook anda dipersilahkan log-in terlebih dahulu dengan account anda tentunya. Terimakasih :)

Analysis Requirement ?


Oke,skrg saya melanjutkan post tentang membuat proses bisnis sebuah organisasi.Sesuai dengan tahap proses Value Chain pada post saya sebelumnya, dimana setelah membuat proses bisnis dan job description selanjutnya merupakan tahap menganalisis kebutuhan sistem dari sebuah organisasi/ sering kita sebut sebagai Requirement Analysis. Requirement Analysis merupakan tahap dimana kita harus mengetahui kebutuhan dari sistem organisasi bisnis yang telah kita buat, tahap ini juga merupakan salah satu tahap yang mesti dilakukan manajemen dalam tahap SDLC.

Jadi untuk mempermudah proses analisis ini, Anda perlu mengelompokan kebutuhan dari sistem tersebut. Menurut O'Brien kebutuhan sistem informasi bisa dibagi menjadi lima komponen. Untuk lebih jelasnya Anda bisa liat dibawah ini.

  1. People Resources itu sumber daya manusia yang membangun sistem atau yang menggunakan sistem dalam perusahaan contohnya system analyst, specialist, analist, programmer, supervisor,administrator, dan lain-lain.
  2. Hardware Resources itu sumber perangkat keras yang mendukung suatu sistem informasi dalam perusahaan meliputi mesin seperti komputer, printer, optical scanner, media, dan lain sebagainya.
  3. Software Resources terdiri dari kumpulan program-program seperti spreadsheet program, dan wordprocessing program.
  4. Networks Resources itu jaringan-jaringan dalam perusahaan meliputi communication media, communications processors, network acces dan control software.
  5. Data resources, itu sumber- sumber data yang dikelola oleh perusahaan meliputi customer records, employee files dan inventory databases.

JOB DESCRIPTION DAN PROSES PENYUSUNAN


Post saya sebelumnya menjelaskan bagaimana membuat proses bisnis. Setelah memahami proses bisnis organisasi, selanjutnya melakukan pembuatan diskripsi jabatan (job description) dilakukan melalui suatu analisis jabatan. Dari analisis jabatan yang dilaksanakan tersebut, maka akan dilakukan penelitian terhadap aspek-aspek jabatan melalui pengamatan dan/atau pengisian kuesioner baik secara tertutup maupun terbuka (wawancara) - oleh mereka yang menduduki suatu jabatan tertentu. Berdasarkan hasil pengumpulan data ini, kemudian akan dilakukan analisis jabatan yang selanjutnya dituangkan dalam bentuk diskripsi jabatan.

Di dalam menyusun sebuah diskripsi jabatan, maka ada lima konsep dasar yang dasar dijadikan pertimbangan, yaitu:
• Diskripsi jabatan adalah suatu dokumen singkat dari informasi faktual yang merupakan tugas-tugas yang harus dilakukan dan merupakan pertanggungjawaban yang melekat erat pada sebuah jabatan tertentu.
• Dalam diskripsi jabatan akan teruraikan garis-garis besar lingkup jabatan tersebut dan jabatan-jabatan lainnya dalam organisasi/perusahaan dan prasyarat-prasyarat jabatan.
• Diskripsi jabatan selalu mendasarkan pada hakekat pekerjaan daripada individu yang melaksanakannya, dengan demikian orientasi yang termasuk di dalam skripsi jabatan akan menekankan pada aktifitas-aktifitas yang harus dilakukan oleh individu yang memegang jabatan itu.
• Diskripsi jabatan juga merupakan berbicara mengenai informasi-informasi yang selektif yang diperoleh dari laporan analisis jabatan. Oleh karenanya diskripsi jabatan akan menampilkan pernyataan-pernyataan (statements) yang relevan dengan jabatan tersebut.
• Data yang tercatat dalam diskripsi jabatan akan lebih ditekankan pada hakekat atau sifat dari jabatan yang bersangkutan.


Diskripsi jabatan pada dasarnya menggambarkan tentang bagaimana kenyataan suatu kegiatan/pekerjaan dilakukan. Secara komprehensif diskripsi akan berisi tentang:


1. Nama Jabatan : di sini akan disebutkan masa jabatan yang ada dan sesuai dengan struktur organisasi yang telah dirancang dalam proses pembuatan struktur organisasi sebelumnya. Sekaligus di sini akan disebutkan nomor kode dari jabatan tersebut untuk memudahkan dalam proses pendataan nantinya.
2. Kedudukan Jabatan : di sini akan disebutkan kedudukan jabatan tersebut dalam
struktur organisasi yang ada, misalkan berada di departemen/bagian/seksi apa. Dari pernyataan ini akan dapat diketahui dengan mudah tingkat/hirarki jabatan tersebut dalam struktur organisasinya.
3. Ikhtisar Jabatan : menjelaskan mengenai tujuan umum atau tujuan dasar dari suatu jabatan yang membedakannya dengan jabatan yang lain. Ikhtisar jabatan ini bisa pula dikatakan sebagai kesimpulan (summary) dari tugas-tugas pokok.
4. Tugas-Tugas Pokok : berisikan daftar tugas-tugas yang harus dilaksanakan; meliputi tugas rutin (harian), tugas berkala (periodik mingguan/bulanan), dan tugas insidentil/tambahan yang kejadiannya berlangsung secara random.
Tugas-tugas yang dituliskan terutama sekali yang frekuensi kegiatannya cukup sering. Dari daftar tugas ini, maka tugas-tugas apa saja yang harus dilakukan suatu jabatan dan bagaimana tugas tersebut harus dilaksanakan akan dituliskan serinci mungkin.
5. Wewenang : menunjukkan “the right & power” dari suatu jabatan untuk memerintah, memutuskan, menegaskan aturan/prosedur yang harus ditaati, dan sebagainya. Wewenang biasanya akan lebih banyak ditujukan ke mereka yang memiliki kedudukan level/hirarki) yang berada langsung di lini-atas suatu jabatan.


Spesifikasi Jabatan Spesifikasi jabatan memberikan suatu gambaran mengenai kualifikasi kepribadian yang dituntut dalam suatu jabatan. Agar suatu jabatan bisa berhasil dilaksanakan dengan sebaik-baiknya maka disusun suatu prasyarat jabatan yang secara spesifik ditetapkan sebagi berikut:

1. Prasyarat Pengetahuan (Knowledge)
Meliputi pengetahuan yang dibutuhkan untuk tiap-tiap jabatan seperti pengetahuan teknis, profesional, administrasi/manajemen dan sebagainya.

2. Prasyarat Keterampilan (Skill)
Masalah keterampilan (skill) ini sulit untuk diidentifikasikan maupun didefinisikan, keterampilan merupakan bentuk-bentuk perilaku yang penting dalam memberikan identifikasi dan tolok ukur seseorang secara efektif. Ketrampilan dikembangkan dari proses latihan yang teratur, rutin disamping tentunya juga tergantung pada kemampuan mental bawaan dan atribut fisik seseorang.

3. Prasyarat Sikap (Attitude)
Prasyarat ini yang paling sulit untuk diukur. Sikap pada hakekatnya merupakan kecenderungan seseorang untuk bertindak yang sangat tergantung pada aspek kognitif, afektif dan psikomotorik. Agar tetap bisa berguna, maka spesifikasi jabatan harus selalu diperiksa - terlebih-lebih akan diterapkan dievaluasi dan dikoreksi kembali apakah spesifikasi / prasyarat suatu jabatan masih memadai (up-to-date) mengingat adanya perubahan/perkembangan yang mungkin terjadi.


Setelah mengetahui bagaimana tahapan pembuatan JobDesc dan JobSpec,maka Anda akan melanjutkan ke proses selanjutnya yaitu Analysis Requirement. 

Proses Bisnis

Sebelum membuat suatu badan organisasi bisnis atau non bisnis,kita mesti tau bagaimana merancang proses bisnis agar berjalan sesuai dengan visi dan misi organisasi,nah berbicara tentang proses bisnis,  dimana proses bisnis diturunkan dari value chain sebuah perusahaan/ organisasi. Dari proses bisnis kemudian diturunkanlah Standar Operating Procedure (SOP), job description dan standar mutu. Standar mutu selanjutnya akan menjadi masukan untuk SOP dan job description. Dan job description akan menjadi masukan untuk SOP. Dari job description inilah turun grading dan jumlah personel. Oke selanjutnya mari kita fokuskan pembahasan tulisan ini kepada proses bisnis. Proses bisnis didefinisikan sebagai sekumpulan aktifitas bisnis yang saling terkait dan melibatkan sumber daya tertentu serta dilakukan untuk menghasilkan produk/ layanan yang bernilai bagi pelanggan.

Untuk lebih memahami pengertian tentang proses bisnis, mari kita sederhanankan bahasanya. Jadi, proses bisnis itu:

  • Memiliki tujuan;
  • Memiliki masukan (input);
  • Memiliki keluaran (output);
  • Menggunakan sumber daya untuk melaksanakannya;
  • Memiliki sejumlah kegiatan yang saling bersinergi dalam menghasilkan produk/ layanan;
  • Dimungkinkan melibatkan lebih dari satu unit kerja; dan
  • Memberikan nilai tambah bagi pelanggan (orientasi pada pelanggan).

Dalam membuat proses bisnis, ada prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan. Prinsip dalam mengimplementasikan proses bisnis, yaitu:

  • Efektifitas, menghasilkan produk/ layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan;
  • Efisiensi, meminimalisasi penggunaan sumber daya perusahaan dan mengeliminasi birokrasi; dan
  • Adaptif, fleksibel terhadap perubahan lingkungan bisnis.

Nah, setelah membaca tulisan ini, Anda kini bisa menilai apakah proses bisnis di organisasi/ perusahaan Anda sudah memenuhi prinsip proses bisnis atau belum. Dan, seberapa sadarkah Anda terhadap proses bisnis di organisasi/ perusahaan Anda?

Apa itu Model Pengembangan Sistem Informasi?

Next, lanjutan post saya sebelumnya tentang Sistem Informasi Manajemen sekarang saya mau mengupas tentang berbagai model pengembangan sistem informasi. Ada beberapa model didalam mengembangkan sistem informasi berbasis web, diantaranya adalah Waterfall model, RAD (Rapid Application Development) model, Model V, Prototyping Model, Simple Interaction Design Model, Star Lifecycle model. Berikut meupakan pembahasan dari model pengembangan sistem informasi.

1. Waterfall Model
Saya ketahui ,nama model ini sebenarnya adalah “Linear Sequential Model”. Model ini sering disebut dengan “classic life cycle” atau model waterfall. Model ini adalah model yang muncul pertama kali yaitu sekitar tahun 1970 sehingga sering dianggap kuno, tetapi merupakan model yang paling banyak dipakai didalam Software Engineering (SE). Ada lima tahap dalam model waterfall, yaitu: Requirement Analysis, System Design, Implementation, Integration & Testing, Operations & Maintenance. Sesuai dengan namanya waterfall (air terjun) maka tahapan dalam model ini disusun bertingkat, jadi setiap tahap dalam model ini dilakukan berurutan, satu sebelum yang lainnya (lihat tanda anak panah). Selain itu dari satu tahap kita dapat kembali ketahap sebelumnya. Model ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah software dalam skala besar dan yang akan dipakai dalam waktu yang lama. Kita bisa lihat bagaimana tahapan model waterfall pada gambar di bawah ini .



Gambar model Waterfall

Tahap – Tahap Dalam Model Waterfall:
1. Requirement Analysis
Seluruh kebutuhan software harus bisa didapatkan dalam fase ini, termasuk didalamnya kegunaan software yang diharapkan pengguna dan batasan software. Informasi ini biasanya dapat diperoleh melalui wawancara, survey atau diskusi. Informasi tersebut dianalisis untuk mendapatkan dokumentasi kebutuhan pengguna untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
2. System Design
Tahap ini dilakukan sebelum melakukan coding. Tahap ini bertujuan untuk memberikan gambaran apa yang seharusnya dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Tahap ini membantu dalam menspesifikasikan kebutuhan hardware dan sistem serta mendefinisikan arsitektur sistem secara keseluruhan.
3. Implementation
Dalam tahap ini dilakukan pemrograman. Pembuatan software dipecah menjadi modul-modul kecil yang nantinya akan digabungkan dalam tahap berikutnya. Selain itu dalam tahap ini juga dilakukan pemeriksaaan terhadap modul yang dibuat, apakah sudah memenuhi fungsi yang diinginkan atau belum.
4. Integration & Testing
Di tahap ini dilakukan penggabungan modul-modul yang sudah dibuat dan dilakukan pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah software yang dibuat telah sesuai dengan desainnya dan masih terdapat kesalahan atau tidak.
5. Operation & Maintenance
Ini merupakan tahap terakhir dalam model waterfall. Software yang sudah jadi dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru.
Waterfall Model memiliki kelebihan ketika semua kebutuhan sistem dapat didefinisikan secara utuh, eksplisit, dan benar diawal proyek, maka software engineering dapat berjalan dengan baik dan tanpa masalah. selain memiliki kelebihan ,Waterfall Model juga memiliki kekurangan ; Ketika problem muncul, maka proses berhenti, karena tidak dapat menuju ketahapan selanjutnya. Bahkan jika kemungkinan problem tersebut muncul akibat kesalahan dari tahapan sebelumnya, maka proses harus membenahi tahapan sebelumnya agar problem ini tidak muncul. Hal-hal seperti ini yang dapat membuang waktu pengerjaan software engineering. Selain itu karena pendekatannya secara sequential, maka setiap tahap harus menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Hal itu tentu membuang waktu yang cukup lama, artinya bagian lain tidak dapat mengerjakan hal lain selain hanya menunggu hasil dari tahap sebelumnya. Oleh karena itu, seringkali model ini berlangsung lama pengerjaannya.

2. RAD ( Rapid Application Development ) Model
Metode selanjutnya adalah Rapid Application Development (RAD) atau Rapid Prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini.


Gambar Metode RAD

Tahap – Tahap Rekayasa Software Dalam RAD Model
Model RAD menekankan pada tahap-tahap berikut :
1. Business modeling
Pada tahap ini, aliran informasi (information flow) pada fungsi-fungsi bisnis dimodelkan untuk mengetahui informasi apa yang mengendalikan proses bisnis, informasi apa yang hasilkan, siapa yang membuat informasi itu, kemana saja informasi mengalir, dan siapa yang mengolahnya.
2. Data modeling
Aliran informasi yang didefinisikan dari business modeling, disaring lagi agar bisa dijadikan bagian-bagian dari objek data yang dibutuhkan untuk mendukung bisnis tersebut. Karakteristik (atribut) setiap objek ditentukan beserta relasi antar objeknya.
3. Process modelling
Objek-objek data yang didefinisikan sebelumnya diubah agar bisa menghasilkan aliran informasi untuk diimplementasikan menjadi fungsi bisnis. Pengolahan deskripsi dibuat untuk menambah, merubah, menghapus, atau mengambil kembali objek data.
4. Application generation
RAD bekerja dengan menggunakan fourth generation techniques (4GT). Sehingga pada tahap ini sangat jarang digunakan pemrograman konvensional menggunakan bahasa pemrograman generasi ketiga (third generation programming languages), tetapi lebih ditekankan pada reuse komponen-komponen (jika ada) atau membuat komponen baru (jika perlu). Dalam semua kasus, alat bantu untuk otomatisasi digunakan untuk memfasilitasi pembuatan perangkat lunak
5. Testing and turnover
Karena menekankan pada penggunaan kembali komponen yang telah ada (reuse), sebagian komponen-komponen tersebut sudah diuji sebelumnya. Sehingga mengurangi waktu testing secara keseluruhan. Kecuali untuk komponen-komponen baru.
Kelebihan RAD Model RAD memang lebih cepat dari Waterfall. Jika kebutuhan dan batasan proyek sudah diketahui dengan baik. Juga jika proyek memungkinkan untuk dimodularisasi.
Kekurangan RAD Model ; dengan metode RAD tidak semua proyek bisa dipecah (dimodularisasi), sehingga belum tentu RAD dipakai pada semua proyek. Model juga RAD memerlukan sumber daya yang cukup besar, terutama untuk proyek dengan skala besar.

2. Model V

Model V ini merupakan metode lain dimana model ini merupakan perluasan dari model waterfall. Kenapa disebut perluasan karena tahap-tahapnya mirip dengan yang terdapat dalam model waterfall. Jika dalam model waterfall proses dijalankan secara linear, maka dalam model V proses dilakukan bercabang.





Gambar Model V

Berikut penjelasan masing-masing tahap beserta tahap pengujiannya:
1. Requirement Analysis & Acceptance Testing
Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna.
Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak.
2. System Design & System Testing
Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum, struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram dan Data Dictionary.
3. Architecture Design & Integration Testing
Sering juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul, ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan antar interface, detail teknologi yang dipakai.
4. Module Design & Unit Testing
Sering juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding. Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul, pesan kesalahan, proses input-output untuk tiap modul, dan lain-lain.
5. Coding
Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk.V Model memiliki beberapa kelebihan :V Model sangat fleksibel mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dan tool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete. V Model juga memiliki beberapa kekurangan. V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.

3. Prototyping Model

Paradigma dari metode prototyping adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. Prototipe sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain bila perlu. Sebuah prototype adalah bagian dari produk yang mengekspresikan logika maupun fisik antarmuka ekternal yang ditampilkan. Komponen potensial menggunakan prototype dan menyediakan masukan tim pengembangan sebelum sebelum pengembangan skala besar dimulai. Melihat dan mempercayai menjadi hal yang diharapkan untuk dicapai dalam prototype. Dengan menggunakan pendekatan ini, konsumen dan tim pengembangan dapat mengklarifikasi kebutuhan pengembangan software dan intrepetasi mereka.





Gambar Model Prototype
Tahap – Tahap Rekayasa Software Dalam Prototype Model
1. Pengumpulan kebutuhan
Developer dan klien bertemu untuk menentukan tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya. Detail kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal pengumpulan kebutuhan.
2. Perancangan Cepat
Perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.
3. Bangun Prototype
Dalam tahap ini, membangun sebuah versi prototype yang dirancang kembali dimana masalah-masalah tersebut diselesaikan.
4. Evaluasi prototype
Pada tahap ini, klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan untuk memperjelas kebutuhan software.
5. Perbaikan Prototype
Tahap ini Software yang sudah jadi dijalankan dilakukan perbaikan. Perbaikan termasuk dalam memperbaiki kesalahan/kerusakan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.
Kelebihan Prototype Model adalah :
  • End user dapat berpartisipasi aktif.
  • Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan.
  • Mempersingkat waktu pengembangan software.

Kekurngan Prototype Model adalah :
  • Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
  • Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
  • Bisanya kurang fleksibel dalam menghadapi perubahan.
  • Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah.
  • Prototype terlalu cepat selesai.

4. Spiral Model

Model spiral (spiral model) yang pada awalnya diusulkan oleh Boehm adalah model proses perangkat lunak yang evolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototipe dengan cara kontrol dan aspek sistematis dari model sekuensial linier. Di dalam model spiral, perangkat lunak dikembangkan di dalam suatu deretan pertambahan.Selama awal iterasi, rilis inkremental bisa merupakan sebuah model atau prototipe kertas. Selama iterasi berikutnya, sedikit demi sedikit dihasilkan versi sistem rekayasa yang lebih lengkap.




Gambar Model Spiral

Model spiral dibagi menjadi sejumlah aktifitas kerangka kerja, disebut juga wilayah tugas, diantara tiga sampai enam wilayah tugas :
Komunikasi pelanggan, tugas-tugas yang dibutuhkan utnuk membangun komunikasi yang efektif diantara pengembang dan pelanggan. Perencanaan, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mendefinisikan sumber-sumber daya, ketepatan waktu, dan proyek informasi lain yang berhubungan. Analisis resiko, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resiko-resiko, baik manajemen maupun teknis. Perekayasaan, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari aplikasi tersebut. Konstruksi dan peluncuran, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi, menguji, memasang (instal) dan memberikan pelayanan kepada pemakai (contohnya pelatihan dan dokumentasi).
Evaluasi pelanggan, tugas-tugas yang dibutuhkan untuk memperoleh umpan balik dari pelanggan dengan didasarkan pada evaluasi representasi perangkat lunak, yang dibuat selama masa perekayasaan, dan diimplementasikan selama pemasangan.

5. Simple Interaction Desain Model




Gambar Simple Interaction Desain Model
Pada model rancangan interaksi sederhana ini input atau masukan hanya memiliki satu titik. yang mana masukan tersebut diidentifikasikan apakah sesuai dengan kebutuhan, lalu didesain sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Setelah diDesain rancangan tersebut dibangun dan harus interaktif. Setelah itu barulah rancangan tersebut dievaluasi.
Evaluasi dapat dilakukan dimana saja, rancangan yang telah di evakuasi dapat kambali didesain ulang atau apakah rancangan tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan user, maka alur tersebut akan terus berputar hingga pada tahap evaluasi tidak lagi terjadi kesalahan, baik dalam penetapan kebutuhan user maupun pendesainannya, sehingga pada tahap evaluasi terciptalah sebuah hasil akhir yang valid.

6. Star Lifecycle Model


Gambar Star Lifecycle Model
Dalam Siklus permodelan ini pengujian dilakukan terus menerus, tidak harus dikahir. Misalnya dimulai dari menentukan kosep desain (conceptual design) dalam proses ini akan langsung terjadi evaluasi untuk langsung ternilai apakah sudah sesuai dengan kebutuhan user, bila belum maka akan terus berulang di evaluasi hingga benar-benar pas, selanjutnya apabila sudah pas, maka dari tahap evaluasi yang pertama akan lanjut ke proses yg selanjutnya yakni requirements/specification yakni memverifikasikan persyaratan rancangan tersebut, dan pada tahap itu juga langsung terjadi pengevaluasian seperti tahap pertama, dan selanjutnya akan tetap sama terjadi pada tahapan-tahapan selanjutnya yakni task analysis/fungsion analysis, pengimplementasian, prototyping hingga pada akhirnya terciptalah sebuah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan user.Intinya pada rancangan model ini pengevaluasian dilakukan disetiap tahapan tidak hanya pada tahapan akhir seperti model-model rancangan yang lainnya.

SIM (Sistem Informasi Manajemen) ??

Post kali ini saya menjelaskan tentang Sistem Informasi Manajemen. Berbeda dengan post sebelumnya yang fokus pada perancangan produk sedangkan untuk kali ini saya fokus pada Sistem informasi manajemen dimana merupakan mata kuliah yang saya ambil untuk semester ini.
Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
Tujuan:
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
  • Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
  • Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Informasi akuntansi manajemen dapat membantu mereka mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja (informasi akuntansi dibutuhkan dam dipergunakan dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan).

Proses Manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut. Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan. Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
Berikut merupakan Pengantar dan Konsep Dasar SIM; berbagai pertanyaan sering muncul sebelum kita mengerti tentang Sistem Informasi Manajemen.
  • Apa yang dimaksud dengan informasi?
Informasi merupakan fakta, kejadian, statistik atau bentuk data lainnya yang dapat dipahami dan mempunyai arti, bernilai atau bermanfaat bagi seseorang untuk keperluan/pekerjaan tertentu.
Data pada umumnya harus diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang dapat dipahami dan bermanfaat atau lebih bermanfaat.

Data, Information & Knowledge
Data merupakan deskripsi dasar akan suatu, kejadian, aktivitas, dan transaksi yang dicatat, diklasifikasikan, dan disimpan tanpa suatu pengorganisasian sebelumnya.
Knowledge (pengetahuan) terdiri dari data dan/ atau informasi yang telah diorganisasikan dan diproses sehingga memberi pemahaman, pengalaman, pembelajaran, dan keahlian tertentu yang dapat diaplikasikan pada masalah bisnis yang dihadapi.

Informasi dalam Proses Bisnis Industri Manufaktur
  • Apa yang dimaksud dengan Teknologi Informasi?
Teknologi Informasi berbagai teknologi (utamanya computer-based tool) yang digunakan manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi

Senin, 12 Maret 2012

# System-Level Design

System-Level Design (Pendesainan Level Sistem)
Tahap ini mencakup defisini mengenai arsitektur produk dan dekomposisi produk menjadi beberapa sub-sistem dan komponen. Keluaran yang diharapkan dari tahap ini biasanya mencakup geometric layout dari sebuah produk, spesifikasi fungsional dari masing-masing subsistem dari produk dan diagram alir proses awal untuk proses perakitan terakhir.

Design for Manufacturing
Biaya manufaktur/biaya produksi (manufacturing cost) adalah faktor kunci dari keberhasilan produk secara ekonomi. Keberhasilan secara ekonomis tergantung pada profit margin yang diperoleh pada tiap penjualan produk dan berapa banyak produk yang terjual. Karena hal tersebut, aspek yang berkaitan dengan biaya produksi dapat mempengaruhi konsep produk dan metode produksinya. Penerapan DFM yang efektif akan mendukung biaya produksi yang murah tanpa mengorbankan kualitas produk.

Tahapan Design for Manufacturing
Ada lima tahapan dalam proses Design for Manufacturing, yaitu:
1. Memperkirakan biaya manufaktur
2. Mengurangi biaya komponen (cost of components)
3. Mengurangi biaya perakitan (cost of assembly)
4. Mengurangi biaya pendukung produksi (cost of supporting production)
5. Mempertimbangkan akibat dari keputusan-keputusan DFM terhadap faktor-faktor lain.

biaya manufaktur dikategorikan sebagai berikut:
1. Component costs: Biaya yang dikeluarkan untuk membeli komponen dari produk. Komponen dapat berupa komponen standar maupun komponen custom.
2. Assembly costs: Biaya yang dikeluarkan untuk merakit produk.
3. Overhead costs: Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi.

 Mengurangi biaya Komponen
Ada beberapa strategi untuk meminimasi biaya komponen, diantaranya dengan melakukan desain ulang komponen untuk mengurangi tahapan proses, melakukan analisis skala ekonomi, menggunakan komponen dan proses yang standar.Mengurangi Biaya Perakitan
Beberapa pendekatan untuk mengurangi biaya perakitan adalah dengan mengintegrasikan part, memaksimalkan kemudahan perakitan (maximize ease of assembly), serta mempertimbangkan customer assembly
 Mengurangi Biaya Pendukung Produksi
Salah satu aspek yang penting dari DFM adalah mengantisipasi kemungkinan kesalahan produksi. Strategi ini disebut dengan error proofing. Salah satu jenis kesalahan adalah yang disebabkan karena part-part yang sedikt berbeda: sedikit berbeda ukuran, mirror image, ataupun part yang memiliki sedikit perbedaan pada komposisi material. Pendekatan untuk menghindari kesalahan produksi adalah dengan menghilangkan perbedaan atau dengan memberi identitas kepada part-part tersebut. Mempertimbangkan akibat dari keputusan-keputusan DFM terhadap faktor-faktor lain
Meminimasi biaya produksi bukan satu-satunya tujuan dari proses pengembangan produk. Faktor lain yang penting untuk dipertimbangkan adalah pengaruh DFM terhadap waktu dan biaya pengembangan produk, serta kualitas produk.

# DETAIL DESIGN



Detail Design
Tahap ini intinya menjelaskan mengenai bagaimana konsep produk dibuat menjadi detail rancangan gambar atau desain gambar beserta spesifikasinya. Untuk tahap ini akan secara detail dijelaskan pada bab Industrial Design dan Design for Manufacturing.

Industrial design
Menurut Industrial Designers Society of America (IDSA) industrial design adalah aktifitas profesional untuk menciptakan dan mengembangkan konsep dan spesifikasi yang akan mengoptimalkan fungsi, value, dan penampilan produk dan sistem untuk keuntungan pengguna dan pembuat produk [1]. Pada praktiknya, industrial designer memfokuskan perhatiannya pada bentuk (form) dan interaksi pengguna (user interaction) produk. Dreyfuss [2] memaparkan bahwa ada lima tujuan utama yang dapat didukung oleh industrial designer ketika mengembangkan produk baru:
1. Utility: interaksi produk dengan manusia harus aman, mudah digunakan, dan intuitif. Setiap fitur harus memiliki bentuk yang dapat mengomunikasikan fungsinya.
2. Appearance: Bentuk, proporsi, dan warna digunakan agar secara keseluruhan produk menjadi menyenangkan.
3. Ease of maintenance: Produk harus didesain agar dapat mengomunikasikan bagaimana cara perawata dan perbaikannya.
4. Low cost: Bentuk dan fitur memiliki pengaruh yang besar terhadap peralatan produksi, hal ini harus dipertimbangkan.
5. Communication: Desain produk harus mengomunikasikan filosofi desain dan misi perusahaan melalui kualitas visual produk.

Tahapan Proses Industrial design
Proses ID dapat dijabarkan dalam tahap-tahap berikut:
1. Identifikasi Kebutuhan Konsumen: karena industrial designer memiliki kemampuan yang baik dalam menganalisis aspek interaksi pengguna, maka keterlibatan ID dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen merupakan hal yang penting.
2. Konseptualisasi: ID dapat terlibat dalam mengonsep produk.
3. Preliminary Refinement: pada tahap ini desainer akan membuat model yang akan dianalisis oleh industrial designer, engineer, personel pemasaran dan konsumen potensial dengan menyentuh, merasakan, dan memodifikasi model.

4. Further Refinement dan Pemilihan Konsep Final
Setelah analisis lebih lanjut, maka dipilih konsep akhir produk. Sebelum memilih konsep produk biasanya dibuat hard model, yaitu model yang berupa replika dari produk asli hanya saja belum berfungsi secara teknis.
5. Control drawing or Model

Industrial designer menyelesaikan tahapan pengembangannya dengan membuat control drawing atau control model. Control drawing/model mendokumentasikan fungsi, fitur, ukuran-ukuran, warna, surface finishes. Biasanya dokumen ini diberikan kepada engineer untuk mendesain part secar detail.
6. Koordinasi dengan Engineering, Manufacturing, dan Vendor Eksternal

Untuk menghasilkan rancangan produk yang komprehensif, maka diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan produk.

Rabu, 22 Februari 2012

PRODUCT PLANNING


# 3 PRODUCT PLANNING


Tahapan Pengembangan Produk

Phase 0 : Planning
Tahap ini dimulai dengan pendefinisian strategiperusahaan dan termasuk penilaian mengenai perkembangan teknologi dan pasar sasaran. Keluaran yang diinginkan dari tahap ini adalah pernyataan misi dari proyek yang menjelaskan secara spesifik pasar sasaran dari produk, tujuan bisnis, asumsi-asumsi dan beberapa tantangan yang mungkin muncul.
Phase 1 : concept development
Konsep memiliki pengertian sebuah penjelasan dari suatu bentuk, fungsi, dan fitur dari suatu produk dan biasanya diikuti dengan spesifikasi prodduk tersebut, sebuah analisis mengenai kompetisi dalam produk dan adanya pengakuan dari segi ekonomi mengenai proyek. Di tahap ini kebutuhan dari pasar sasaran diidentifikasi, alternative konsep produk dibuat dan dievaluasi, dan satu atau labeih dari konsep dipilih untuk pengembangan selanjutnya dan diuji.
 Phase 2: system level design
Tahap ini mencakup defisini mengenai arsitektur produk dan dekomposisi produk menjadi beberapa sub-sistem dan komponen. Keluaran yang diharapkan dari tahap ini biasanya mencakup geometric layout dari sebuah produk, spesifikasi fungsional dari masing-masing subsistem dari produk dan diagram alir proses awal untuk proses perakitan terakhir.
Phase 3: detail design
Tahap ini mencakup spesifikasi lengkap dari geometri, bahan dan toleransi dari semua bagian-bagian unik dari produk. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi control untuk produk – gambaran tangan atau desain konputer yang menggambarkan geometri dari bagian-bagian dan peralatan, spesifikasi dari berbagai bagian yang ada dan rencana proses fabrikasi dan perakitan.

Phase 4: testing and requirement
Tahap ini mencakup pembangunan dan pengevaluasian dari berbagai versi pra produksi produk, selain itu juga adanya prototype.
5. Production Ramp-Um (Proses Produksi)
Pada tahap ini produk dibuat mengguanakan sistem produksi yang sebenarnya. Tujuannya adalah untuk melatih pekerja dan untuk bekerja dalam berbagai masalah yang terjadi pada proses produksi. Produk yang dihasilkan dari tahap ini kadang-kadang disuplai ke beberapa konsumen tertentu dan secara hati-hati dilakukan pengevaluasian untuk mengidentifikasi terjadinya cacat.
Terdapat 4 tipe pengembangan produk :
a.       New product platform : Dalam stretegi ini, adanya kemampuan dari suatu aset untuk saling berbagi antar produknya. Berbagai komponen dan subasembly merupakan bagian yang penting dari aset ini.
b.      Derivatives of existing product platforms
c.       Incremental improvements to existing product
d.      Fundamentally new product
Dalam perkembangannya, munculnya berbagai peluang dengan adanya perubahan keinginan maupun kebutuhan kostumer yang berbeda-beda baik di pasar baru maupun yang ada saat ini. Beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk mengevaluasi peluang produk yang baru, yaitu:
- Ukuran pasar
- Tingkat perkembangan pasar
- Intensitas kompetisi
- Pemahaman mengenai pasar
- Pemahaman mengenai teknologi
- Sesuai dengan produk yang lainnya (dalam perusahaan)
- Sesuai dengan kemampuan perusahaan

Evaluating product
A.      Identifikasi pasar
B.      Evaluasi peluang pasar
-          Competitive strategy : mendefinisikan pendekatan perusahaan terhadap pasar dan competitor; terdapat 3 macam strategi yaitu:
a.       Technology : perusahaan mengutamakan perkembangan peradaban teknologi yang terus berkembang. Untuk mengimplementasikan strategi ini, suatu perusahaan harus memusatkan perhatiannya kepada ketersediaan maupun pengembangan dari teknologi
Contoh : Iphone
b.      Cost leadership : perusahaan mengutamakan produk dengan cost produksi yang seminimal mungkin (efisiensi), umumnya dijumpai pada produk-produk makanan yang mengutamakan  harga murah, selain itu biasanya berupa produk yang umum dari segi segmennya.
c.       Contoh : McD
d.      Customer focus: Strategi ini memfokuskan diri kepada perubahan keingininan/kebutuhan kostumer, baik kostumer baru maupun yang ada saat ini
Contoh:
-       Harley Davidson;dimana customer Harley tersebut dapat memilih sendiri/ merakit bentuk motor yang diinginkan.
-       Baju custom ; produsen menyerahkan seluruh design, bahan dll kepada keinginan konsumen.

C.      Product planning
a.       Identify opportunities
b.      Evaluate and prioritize products
c.       Allocate resources and plan timing
d.      Complete pre-project planning
                e.    Reflect on the result and the process

Rabu, 15 Februari 2012

# 1 PENGEMBANGAN PRODUK


PENGEMBANGAN PRODUK
Produk merupakan suatu benda atau jasa yang memiliki nilai (value);yang  terealisasikan secara sistemtis dan rasional untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen sebagai sasaran.
Product Life Cycle (PLC)  Adalah : daur hidup produk à  suatu grafik yg menggambarkan suatu produk mulai sejak diperkenalkan ke pasar sampai dgn ditarik dari pasar.
Departemen yang berperan dalam merancang konsep pengembangan produk yaitu:
         & Pemasaran :
-          Proses identifikasi peluang produk
-          Pendefinisian segmen pasar
-          Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
-          Menetapkan target harga
-          Merancang peluncuran dan promosi produk
&    Perancangan :
-  Mendefinisikan bentuk fisik produk
-          Desain engineering : mekanik, elektrik, software
-          Desain industri : estetika, ergonomi, user interface
   & Manufaktur :
-          Merancang dan mengoperasikan sistem produksi pada proses produksi produk

Tahapan Produk :
  1. Tahap Pengembangan Produk : tahap ketika perusahaan menemukan & mengembangkan produk baru. Selama tahap ini penjualan=nol . Biaya investasi perusahaan besar
  1. Tahap Pengenalan Produk (Introduction) : periode pertumbuhan penjualan yg lambat ketika produk mulai diperkenalkan di pasar. Laba blm ada krn biaya pengeluaran utk memperkenalkan produk sgt besar
  1. Tahap Pertumbuhan (Growth):  periode penerimaan pasar & peningkatan laba yg pesat.
  1. Tahap Kedewasaan Produk (Maturity): periode pertumbuhan penjualan yg mulai menurun krn produk telah diterima oleh sebagian pembeli potensial. Tk laba tetap/mulai turun krn biaya pengeluaran bertambah akibat banyaknya pesaing.
  1. Tahap Penurunan Produk (Decline): periode ketika penjualan & laba menurun
Penyebab Produk Memiliki Siklus Hidup  :
¨  Produk memiliki umur terbatas
¨  Penjualan produk melewati tahap-tahap yang berbeda, dengan tantangan yang berbeda bagi penjual.
¨  Laba naik turun pada tahap yang berbeda dalam siklus hidup produk
¨  Produk membutuhkan strategi pemasaran, keuangan, produksi, pembelian dan personel yang berbeda dalam tiap tahap siklus hidup produk.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8FeEmnH9TrBaEd34jXiMd-dEjmZ9v1iUxI4wDkK2tC88t36oQrtl8x4TRNFPW1zr_ys1yK8iMRWfBF646o_h_tunsbIAwCpzCtKadXrmWXYbPKeg64z3L99nFwAcc_eRp0ijrSgzpDF5W/s1600/product_life_cycle.gif







Ada 3 kategori produk baru :
  1. Produk yg benar2 inovatif & unik, yaitu : blm ditemukan  sblmnya, pdhl sgt dibutuhkan & berbeda dgn produk yg ada tp sama2 memuaskan keinginan.Contoh : Plastik yg bersaing dgn kayu/besi
  2. Produk pengganti yg benar2 berbeda dr produk yg sdh ada. Contoh : Kopi instan yg menggantikan kopi tubruk
  3. Produk imitasi, yaitu : produk yg baru bg perusahaan produk ttt, tp di pasar bkn mrp produk baru. Contoh : Rokok mild

KARAKTERISTIK PENGEMBANGAN PRODUK YANG SUKSES
Dari sudut pandang investor dari perushaan yang berorientasi laba, usaha pengembangan produk disebut sukses jika produk dapat diproduksi dan dijual dengan menghasilkan laba. Namun laba seringkali sulit untuk dinilai secara cepat dan langsung. Lima dimensi spesifik lainnya yang berhubungan dengan laba dan biasa digunakan untuk menilai kinerja usaha pengembangan produk yaitu :
Kualitas produk
Seberapa baik produk yang dihasilkan dari upaya pengembangan produk ? apakah produk tersebut memuaskan kebutuhan pelanggan ? apakah produk tersebut kuat (robust) dan andal ? Kualitas produk pada akhirnya akan mempengaruhi pangsa pasar dan mempengaruhi harga yang ingin dibayar oleh pelanggan untuk produk tersebut.
Biaya Produk
biaya untuk modal peralatan dan alat bantu serta biaya produksisetiap unit produk. Biaya produk menentukan berapa besar laba yang dihasilkan oleh perusahaan pada volume penjualan dan harga penjualan tertentu.
Waktu Pengembangan Produk
Waktu yang akan menentukan kemampuan perusahaan dalam berkompetisi, menunjukkan daya tanggap perusahaan terhadap perubahan teknologi, dan pada akhirnya akan menentukan kecepatan perusahaan untuk menerima pengembalian ekonomis dari usaha yang dilakukan tim pengembangan.
Biaya Pengembangan
biaya yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mengembangkan produk ; dibutuhkan untuk mencapai profit.
Kapabilitas Pengembangan
Kapabilitas pengembangan merupakan aset yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengembangkan produk dengan lebih efektif dan ekonomis dimasa yang akan datang.

Faktor-faktor yang menunjang pengembangan produk baru :
-          Kemajuan teknologi
-          Perubahan dlm kebutuhan konsumen
-          Daur hidup produk yg semakin pendek
-          Makin meningkatnya persaingan pasar internasional

Faktor-faktor  yang  menghambat pengembangan produk baru :
¨  Makin tingginya biaya modal
¨  Peraturan pemerintah
¨  Biaya tenaga kerja yg mahal
¨  Pemusatan perhatian pd laba jangka pendek
¨  Krgnya perhatian manajemen pd produk baru, yg tercermin dr riset pemasaran yg tdk memadai,kekurangan strategi produk baru
¨  Ketakutan bahwa produk baru akan mengancam produk yg sdh ada

Metode yang Digunakan dalam Pengembangan Produk


1.Analisis Konjoin

2.Taguchi (Robust Design)
3.TRIZ (Teoriya Resheniya Izobretatelskikh Zadach)

4.QFD (Quality Function Deployment)




PRODUK BERHASIL YAMAHA RX-KING

             Produk yang berhasil beredar dipasaran adalah sepeda motor Yamaha RX King. Seperti yang kita ketahui RX King adalah sepeda motor keluaran dari pabrik Yamaha. RX king pertama kali keluar di indonesia sekitar tahun 1984.



n  Beberapa faktor yang membuat sepeda motor Yamaha RX King laku dipasaran adalah adalah:
J  Harga yang bersaing
J  Harga sepeda motor Yamaha RX King relatif lebih murah dibandingkan dengan harga sepeda motor jenis sport yang sekelas lainnya, seperti: Suzuki RG, dan yang lainnya.
J  Design : Rancangan model dan design sepeda motor Yamaha RX King walaupun tidak ada banyak perubahan dari tahun ke tahun, tetapi tidak pernah ketinggalan dalam hal model. Sepertinya design seperti itu dapat bertahan lama. Rancangannyapun cukup ergonomis, sehingga tetap stabil walaupun dikendarai dengan kecepatan tinggi.Spesifikasi lebih unggul dikelasnya
J  Teknologi : dengan menggunakan Mesin yang berkapasitas 135 cc membuat sepeda motor Yamaha RX King banyak disukai oleh banyak konsumen, terutama konsumen yang berjiwa muda. Konsumen yang berjiwa muda lebih mengutamakan kecepatan pada sepeda motornya, yang bisa kita temukan pada sepeda motor Yamaha RX King.
J  Kenyamanan : selain itu konsumen juga membutuhkan kenyamanan dalam berkendara. Untuk itu sepeda motor Yamaha RX King dilengkapi dengan sistem pengereman yang cukup membuat pengendara merasa aman dan nyaman. Pada rem depan digunakan rem cakram (disc brake)
J  Pemasaran : pemasaran yang dilakukan PT Yamaha Indonesia cukup baik. Hal ini terlihat dari banyaknya dealer-dealer speda motor Yamaha hampir diseluruh Indonesia.


PRODUK GAGAL YAMAHA TOUCH
touchn  Produk yang gagal dipasaran adalah sepeda motor Yamaha Touch. Pertama kali keluar dipasaran sekitar pada tahun 2001. Entah mengapa produk ini bisa tidak laku dipasaran.
n  Beberapa faktor yang mungkin menyebabkan sepeda motor Yamaha Touch tidak laku dipasaran adalah:
J  Tidak tepat waktu  : produk ini pada awalnya sudah indent. Konsumen yang ingin membeli harus menunggu untuk memilikinya. Sehingga konsumen lebih memilih produk jenis yang lain, atau membeli produk dengan merk yang lain. Sehingga sedikit sekali konsumen yang berminat.
J  Harga yang agak mahal : saat pertama kali diluncurkan harganya berkisar Rp 16.000.000,- (enam belas juta rupiah). Jika dibandingkan dengan produk-produk lain yang sekelas, produk ini termasuk mahal.
J  Spesifikasi